Showing posts with label social. Show all posts
Showing posts with label social. Show all posts

Friday, October 17, 2014

Meriahnya Tanjakan Emen

Tanjakan Emen adalah tanjakan yang cukup penomenal belakangan ini. Banyak terjadi kecelakaan dan tidak seperti namanya, yang celaka bukan ketika akan melaju ke arah atas , tapi malah ke bawah. Seharusnya namanya bukan tanjakan emen tapi turunan emen.

Tanjakan emen kini ramai dengan banyak rambu lalu lintas yang memperingatkan agar berhati-hati kala melewati jalan tersebut. Ini mungkin di karenakan oleh banyaknya kecelakaan yang terjadi.

Bagi saya yang cukup sering melintas ada kejanggalan tersendiri ketika melewati tanjakan emen. Ada yang aneh yang seharusnya di perhatikan dan di benahi.

Tanjakan emen yang saya lihat membuat banyak sekali kecelakaan bukan karena si emen yang entah kemana ada atau tidak menetap di sana atau karena yang lewat tidak memberi rokok, karena menurut perhitungan saya kalaupun ada emen harusnya trauma pada api karena kematiannya terbakar oleh api :D.

Jalanan di tanjakan emen ini begitu tidak terawat tidak rata. Apalai untuk yang arah ke bawah yang cuma satu-satunya jalur hampir rusak semuanya. Bisa di pastikan kalauu ada kendaraan turun pasti akan menggunakan lajur lawan sebelah kanan.

Keadaan sekarang jadi sangat kontras dengan rambu baru yang lumayan wah dengan jalan rusak yang tak kunjung di perbaiki dan tetap menyalahkan si emen.

Kasihanilah emen yang sudah almarhum dan tetap di jadikan kambing hitam. Yang di butuhkan bukan kambing hitam tapi aspal hitam yang baru untuk menambal rusaknya jalan

Wednesday, April 23, 2014

Apakah Tuhan Punya akun facebook

Sosial media media sebagai ajang interaksi antara penggunanya memang sangat di akui keberadaan nya. komunikasi terasa sangat di akui sangat mudah dan mungkin murah walau dengan tanda kutip.

kemudahan berkomunikasi itu ternyata belum di imbangi dengan kecerdasan pemakai yang kadang tidak semua orang dapat menyerap produk baru sesuai dengan kegunaan dan kebutuhan. sebut saja kebutuhan akan kendaraan bermotor. ada yang benar benar membutuhkan untuk mobilisasi pekerjaan dan ada yang buat pelesiran dan bahkan gaya gayaan.

Begitu pula dengan kemudahan komunikasi. walau untuk di pergunakan sebagai interaksi sesama pengguna juga ada penyimpangan lain yang cukup membingungkan.

Sering menemukan ada posting yang dalam keadaan meratap berdoa di temukan dalam postingan mereka. ada apa ini, apakah dengan begitu ada perbedaan dengan berdoa sendiri dalam hening bukan dalam hiruk pikuk nya sosial media walau memang tidak terdengar bicara. tapi itu bukan tempatnya.

Mungkin anda adalah orang yang menolak tidak mengapa menulis ratapan di postingan anda karena itu bukan ucapan, tapi coba anda tulis postingan dengan huruf besar semua. pasti di kira sedang marah-marah atau berteriak dan memang itu adalah peraturannya walau tidak tertulis.

Kembali kepada postingan meratap dan berdoa yang di tulis. Ada pertanyaan di benak yang saya yang harus di jawab penulis. apakah tuhan anda punya akun facebook atau sosmed ?.

Saya cermati memang tidak semua yang menulis doa di Facebook yang saya temui memang bernada berdoa secara langsung. ada yang memang mengingatkan , ada yang mengajarkan.

Untuk selanjutnya saya lebih baik menganjurkan jika ada kesusahan dan keinginan, lebih baik dengan kata kata minta di doakan karena mungkin saja di sana ada orang soleh yang dalam agama saya jika di aamiin kan dan bahkan mungkin di doakan entah itu di tulis atau tidak bisa di terima dan di kabulkan doanya.